Pesan Idul Adha Dari Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar

Islamic Emirate Afghanistan


Mullah Muhammad Umar
Segala puji bagi Allah. Kami memujiNya, kami memohon pertolongan kepadaNya, dan memohon ampun kepadaNya. Dan kami memohon perlindungan Allah dari kejahatan diri kami dan keburukan amal kami. Siapa yang Allah beri petunjuk tidak akan tersesat, dan siapa yang dibiarkanNya tersesat maka tak ada yang dapat memberinya petunjuk. Kami bersaksi tiada ilah selain Allah, tiada sekutu bagiNya. Dan kami bersaksi bahwa Muhammad saw adalah hamba dan utusanNya.

Amma ba’d:

Kepada segenap rakyat Afghan yang perwira; kepada segenap bangsa mu’min di seluruh dunia; yang dekat maupun yang jauh – kepada segenap Ummah Islam; Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh. Hati saya merasa sangat terharu pada saat yang berbahagia ini, hari yang agung, momen pengorbanan dan kedermawanan. Semoga Allah SWT menerima seluruh qurban dan persembahan kita di hari perayaan ini. Demikian juga, semoga Allah menerima ibadah hajji kita, dan menjadikan para peziarah hajji menjadi hajji yang mabrur. Saya juga berdoa khusus kepada segenap Mujahidin yang tengah berjuang dengan tabah demi meretas jalan kebenaran, juga kepada segenap simpatisan dan pendukung mereka di seluruh penjuru dunia. Semoga Allah melimpahkan keberkahan, jalan keluar, dan kemenangan bagi Ummah ini lewat tangan-tangan Mujahidin, amin!

Selanjutnya saya ingin berbagi dengan Anda semua, terkait beberapa pandangan tentang situasi terkini di negeri Afghanistan khususnya dan dunia umumnya.



Terkait Perkembangan Yang Terjadi di Dalam Negeri (Afghanistan):

Saat-saat kekalahan tentara penjajah sudah semakin dekat sekarang, berkat pengorbatan segenap Mujahidin yang tulus. Musuh banyak dikalahkan dalam berbagai medan pertempuran. Kini mereka mengandalkan propaganda media untuk mengelabui dan menyebarkan gambaran palsu mengenai ‘pencapaian kemenangan mereka’ padahal realitas di lapangan bertolak belakang sama sekali, sebagaimana yang tengah kami dan Anda semua saksikan. Musuh dipaksa mundur dari banyak front dan menghadapi pengepungan di seluruh pelosok negeri, hari demi hari. Kekalahan dan kerugian mereka bertambah dari saat ke saat. Karena tekanan inilah, musuh kemudian mengkampanyekan desas-desus menyesatkan tentang perundingan damai. Mereka ingin mengurangi tekanan militer yang tengah mencekik mereka. Tetapi sesungguhnya merekalah yang telah memulai penjajahan atas negeri kita, mereka yang pertamakali mengobarkan perang atas kita, maka langkah solusi satu-satunya bagi kita sudah sangat jelas, yaitu perjuangan bersenjata, Jihad fi sabilillah. Sungguh, rakyat kami yang perwira tidak akan lelah (insya Allah) dalam menapaki jalan suci ini, karena Jihad adalah kewajiban ilahi dan penghambaan terbaik. Tidak boleh ada rasa jenuh menerpa di sana. Bagi Mujahidin dan rakyatnya, merupakan satu kehormatan dan kebanggaan, dapat mempersembahkan hidup dan nyawa mereka demi membela Din, izzah, dan kemerdekaan dari negeri ini. Mereka tidak akan memberi kesempatan bagi musuh untuk masuk dan menebarkan benih perpecahan, adu domba, dan propaganda busuk. Musuh ingin melindungi diri mereka dari serangan Mujahidin dengan menciptakan milisi lokal serta memanfaatkan mereka sebagai tameng; maka kami mencurahkan perhatian khusus menghadapi taktik ini, dan telah mencapai banyak kemenangan gemilang, dengan ijin Allah. Lalu beberapa elemen strategis musuh, baik dari luar maupun dari dalam Afghanistan sendiri, mulai berbicara (menyebarkan propaganda) tentang disintegrasi serta bahaya perpecahan yang mengancam negeri kita tercinta. Mereka seharusnya menyadari bahwa rakyat negeri yang perwira ini beserta Imarah Islam mereka, tidak akan membiarkan barang sedetikpun kesempatan bagi musuh untuk menebarkan tipu dayanya yang licik.

Terkait Rejim Boneka Kabul:

Keadaan rakyat Afghan yang telah sangat menderita menjadi lebih buruk di bawah rejim Karzai (yang baru). Kesulitan hidup, kelaparan, kemiskinan, tidak punya rumah, penyakit merajalela, kebejatan moral melanda kaum muda, penyimpangan nilai yang menyebar lewat propaganda demokrasi menggerogoti pranata sosial dan budaya, semua telah mencapai puncaknya. Beberapa kalangan elit pemerintah yang rakus menjadi penimbun barang, dan menguasai seluruh kebutuhan rakyat hingga kebutuhan pokok. Para ‘saudagar’ korup ini merampok kebutuhan rakyat lewat pencanangan sistem pasar bebas. Mereka memonopoli barang dan harga. Kami menyaksikan semua kekejian ini dengan hati pilu; banyak keluarga-keluarga rakyat Afghan dipaksa oleh keadaan yang pahit menjadi pengemis di pinggir-pinggir jalan demi menyambung hidup. Praktek korupsi bertebaran di seluruh level. Bukan kami yang mengatakannya, tetapi justru para pendiri dan tokoh rejim sendiri yang mengakui bahwa rejim boneka ini adalah rejim paling korup nomor dua dalam jajaran rejim terkorup di dunia. Hal tersebut disebabkan karena para penguasa negeri adalah orang-orang suruhan (dari kekuatan asing) yang ditunjuk menjadi pelayan bagi tuan mereka, bukan orang yang memang peduli dan terpanggil untuk memperjuangkan nasib rakyat negerinya. Mereka hanya peduli bagaimana menyenangkan tuannya, lalu memenuhi kantong dan dompet mereka dengan uang jarahan. Banyak dari mereka memiliki status kewarganegaraan ganda, tidak sedikit bahkan berstatus warga negara asing dan bukan warga negara afghan.

Amerika ingin untuk terus melestarikan di negeri ini, sebuah rejim yang ditunjuk di bawah kepemimpinan elemen bercorak pemikiran barat, sebuah rejim yang tidak memiliki kekuatan dan keyakinan diri; mengharap sepenuhnya hanya pada bantuan asing. Dengan begitu kaum penjajah (lewat rejim boneka mereka) berharap dapat menjaga cengkeraman mereka atas wilayah ini dan memperluas penjajahan mereka. Maka setiap rakyat Afghan (yang terlibat) dalam rejim korup berkewajiban untuk menarik dukungan mereka, menarik diri dari membantu kekuatan penjajah dan kaki tangannya yang telah menimpakan berbagai penderitaan dan cobaan kepada segenap rakyat kita. Kalian seharusnya tidak boleh membantu musuh yang memerangi agama dan rakyat. Tidak ada satupun alasan yang dapat dibenarkan oleh agama kita, pun juga nilai-nilai moral kita untuk bekerja di dalam rejim, menjadi pembantu dan penolongnya, menjadi pengkhianat bagi rakyatnya sendiri. Jika kalian tidak mampu bergabung dalam barisan Jihad, maka setidaknya kalian jangan bergabung atau bekerja sama dengan rejim boneka. Dengan hal demikian maka kalian telah menunaikan kewajiban demi agama dan negeri kalian. Hendaknya kalian memperhatikan hal penting ini, jika tidak maka kalian akan menghadapi kehinaan di hadapan segenap rakyat kalian, di hadapan sejarah, juga di hadapan Allah SWT, pada Hari Qiyamat kelak.

Jumlah mereka yang telah keluar dari rejim dan barisan musuh semakin meningkat, bersamaan dengan seruan kami ini. Ini merupakan fenomena yang luar biasa. Kami telah menginstruksikan seluruh Mujahidin untuk menyambut mereka yang kembali ini, menghormati, dan memperlakukan mereka dengan baik.

Terkait desas-desus Yang Dihembuskan Amerika tentang Perundingan Damai:

Imarah Islam masih teguh memegang prinsip terkait permasalahan negeri ini. Imarah Islam meyakini bahwa solusi dari masalah (penjajahan) adalah ditarik mundurnya seluruh kekuatan asing yang menyerang negeri ini, lalu ditegakkannya kembali sistem Islam yang haq dan merdeka di negeri kita. Musuh licik yang menjajah negeri, tengah berusaha, di satu sisi meluaskan operasi militer berdasarkan standar ganda mereka, sementara di sisi lain mereka ingin menaburkan debu untuk membutakan mata rakyat dengan menyebarkan desas-desus tentang proses negosiasi damai. Berbagai klaim tentang proses negosiasi, adanya pembicaraan dengan ‘elemen fleksibel’ yang mewakili Imarah Islam, adalah propaganda palsu. Musuh menginginkan untuk menutupi kegagalan mereka di Afghanistan dengan menyebarkan harapan hampa di hati segenap rakyat. Maka rakyat Mu’min Afghanistan serta seluruh masyarakat dunia seharusnya tidak mempercayai berita apapun atau rumor apapun terkait sikap Imarah Islam yang disebarkan oleh ‘oknum-oknum’ (yang mengatasnamakan Imarah Islam), kecuali berita atau pernyataan yang disampaikan oleh pejabat resmi yang telah diberikan mandat oleh Imarah Islam, karena berbagai berita atau desas-desus itu disebarkan oleh agen intelijen dari negeri-negeri musuh. Maka berbagai kantor berita yang berafiliasi dengan entitas spionase, secara tidak bertanggung jawab mempublikasikan berbagai rumor dengan gegap gempita. Mereka menginginkan untuk ‘merubah’ kekalahan musuh di area militer lewat perang media. Tetapi insya Allah seluruh konspirasi ini akan jatuh ke dalam kegagalan, sebagaimana selama ini terbukti tidak efektif mempengaruhi rakyat Afghan kami yang perwira.

Wahai kalian para pimpinan Jihad terdahulu (ketika melawan Sovyet. Pent), serta segenap tokohnya yang berpengaruh yang kini duduk di Kabul, seharusnya kalian memahami, bahwa penjajah Amerika hanya memanfaatkan kalian untuk menjadi ujung tombak menikam Mujahidin melalui kerangka kerja dewan perdamaian, dan mereka akan selalu memanfaatkan kalian untuk meraih tujuan-tujuan haram mereka, serta rejim boneka mereka di Kabul. Kami tidak mengerti, mengapa kalian tetap saja mau dimanfaatkan/diekspoitasi secara sepihak oleh penjajah? Bersama rejim boneka penjajah saat ini, apakah kalian telah mendapatkan apa-apa yang dahulu menjadi tujuan Jihad kalian? Mengapa kalian tidak paham juga? Bagaimana mungkin pengorbanan dan Jihad kalian selama 14 tahun dahulu ketika melawan Sovyet, terbuang sia-sia, hanya untuk ‘memindahkan’ penjajahan dari Rusia menjadi penjajahan Amerika?

(seruan ini khususnya ditujukan pada segenap mantan pimpinan Jihadi bercorak ‘Ikhwanul Muslimin’ seperti Abdu Rabbi Rasul Sayyaf, dan yang semisal, yang saat ini dengan kebijakan perjuangan Islam mereka yang kacau, musyarakah siyasiyah, berkompromi politik dengan kaki tangan penjajah, lalu dimanfaatkan menjadi tameng pemukul oleh penjajah kafir untuk menghantam saudara mereka sendiri. Pent)

Jika kalian ingin melepaskan diri dari dilema memalukan ini, dan membuka lembaran baru untuk hidup menjadi muslim Afghan yang penuh izzah, maka jalannya cuma satu, yaitu jalan kehormatan dan harga diri, Jalan Jihad yang suci. Mari, datanglah kepada kami, bertaubatlah dan akui kesalahan kalian dengan jantan. Kami menerima kalian dengan hati terbuka. Lalu mari kita isi sisa hidup kita dengan penuh kejujuran, menempuh jalan perjuangan. Kami tidak menuntut agar kalian semua bergabung dalam parit peperangan, tetapi setidaknya semua kalian harus mencurahkan kapabilitas yang dipunyai untuk mendukung perlawanan kita. Kami di Imarah Islam Afghanistan telah menyusun berbagai kebijakan menyeluruh demi mempersiapkan pemerintahan Islam masa depan; keamanan dan pertahanan, keadilan, pendidikan, ekonomi, persatuan nasional, hubungan luar negeri, dan berbagai aspek negara lainnya,yang disusun berdasarkan norma yang adil dan obyektif, yang akan melindungi segenap rakyat dari berbagai ancaman, dan juga meyakinkan seluruh dunia, bahwa masa depan Afghanistan (bersama Imarah Islam) bukanlah ancaman bagi mereka.

Terkait situasi militer di dalam negeri:

Program militer kami yang akan datang akan ditempa sesuai dengan iklim dan situasi geografis dari masing-masing lokasi, dan taktik operasional kini telah disebarkan ke seluruh Mujahidin. Tujuannya adalah untuk menjerat musuh agar masuk dalam perang yang akan semakin menghisap habis kekuatan mereka, seperti yang pernah dialami Sovyet dahulu. Kami akan membidik satu demi satu sehingga persatuan komando mereka pecah, untuk kemudian kami akan mengayunkan hantaman yang mematikan sehingga mereka tidak mampu lagi berdiri setelahnya. Untuk merealisasikan strategi ini, kami telah menyiapkan rencana jangka pendek maupun jangka panjang. Kami sangat optimis, dengan ijin Allah, akan keberhasilan rencana ini. Strategi kami adalah meningkatkan dan meluaskan intensitas operasi militer kami (dengan pola spiral) sehingga ia meluas ke seluruh pelosok negeri, memaksa musuh untuk keluar dari liang perlindungannya, lalu memukul mereka dengan penyergapan taktis. Pengalaman militer ini telah terbukti kesuksesannya dalam medan perang Marjah, Kandahar, dan tempat-tempat lainnya baru-baru ini. Maka kami pesankan kepada seluruh elemen Mujahidin agar mencurahkan upaya mereka lebih keras dan meluaskan operasi Jihadi mereka sesuai dengan rencana yang telah dibagikan. Kalian harus mengerahkan upaya terbaik untuk mengusir musuh yang telah sekarat ini keluar dari negeri kita. Kalian harus sentiasa mengingat Allah dan mendekatkan diri kepadaNya (dengan berbagai ubudiyah ketaatan) tanpa henti semenjak program militer ini dicanangkan hingga tahapan-tahapannya dilaksanakan. Sentiasalah menanamkan tawakkal hanya kepada Allah ketika melaksankan tugas, sungguh Allah adalah penentu dan pengatur segala perkara; kalian harus meyakini bahwa seluruh hasil dan pencapaian yang kita dapatkan semata-mata hanyalah karena berkah dari Allah. Jangan lalai untuk meningkatkan amal ibadah, memanjatkan doa, memperbanyak shalat, dengan mengikuti segala arahan yang telah diteladankan dalam Sunnah Nabi yang suci. Maka bersama ini semua Allah akan melimpahkan penghiburan dan pengokohan hati kita dengan keyakinan, kejujuran, kerendahan hati, dan tekad untuk meraih ridla Allah semata. Inilah perbendaharaan kita, simat orang beriman yang menjadi aset berharga, yang bahkan dalam keadaan paling minim sekalipun akan mengundang turunnya pertolongan dan kemenangan dari Allah Yang Maha Kuat. Lalu jangan lupakan untuk sentiasa menjaga akhlaq Islami, jangan lalaikan meski sejenak, dalam perjalanan kalian menunaikan kewajiban Jihad suci. Pelajarilah dan terapkanlah berbagai arahan dan akhlaq terkait Jihad dari perkataan Rasulullah saw serta berbagai ketetapan fiqihnya. Perhatikan dan berikan pelayanan kepada rakyat, hormati hak dan harta milik kekayaan mereka, lindungi kehidupan mereka. Jangan sampai tugas dan amaliyat Jihad kalian, kami berlindung kepada Allah SWT, malah menyebabkan kemudlaratan atas harta milik dan nyawa rakyat. Segala hal yang dilarang/diharamkan dalam Islam, tidak ada tempat toleransi sedikitpun dalam kebijakan militer kami. Jagalah persaudaraan dan ukhuwah di antara kalian, hendaknya kalian saling menolong dan meringankan di masa-masa kesulitan dan cobaan berat. Jalinlah hubungan yang erat dengan rakyat, jangan sungkan meminta saran dari para tetua dan masyaikh mereka, dengarkan nasehat mereka, dan apa-apa yang baik maka terapkanlah dalam amal keseharian kalian.

Kepada Generasi Muda Terdidik, Kalangan Terpelajar, dan Para Mahasiswa:

Kalian adalah calon penerus kepemimpinan negeri ini di masa depan. Musuh kita melontarkan seluruh batu yang mereka punya untuk menyebarkan kebudayaan dan ideologi mereka kepada generasi muda muslim negeri kita. Mereka ingin merampas nilai-nilai sejarah kita, agama, dan masa depan kita. Musuh agama dan musuh sejarah kita ini, dengan licik telah meluncurkan propaganda besar, mengerahkan uang yang tidak sedikit dan usaha yang serius, untuk melucuti identitas keislaman dan kebangsaan dari generasi muda kita. Sebagai generasi muda dari bangsa kita dan agama Islam kita, kalian berkewajiban untuk melawan serta mematahkan upaya musuh, dengan mengerahkan intelektualitas kalian, lisan, dan tulisan, berjuang dengan tidak lemah semangat. Jangan biarkan musuh sejarah, agama, dan budaya kalian dapat menang di front pertempuran ini. Kalian seharusnya sudah tahu, bahwa musuh licik telah memberikan dana dan pembiayaan luar biasa kepada beberapa ‘agen intelektual Afghan’, serta berbagai lingkar-lingkar studinya secara sembunyi-sembunyi, untuk menghembuskan perpecahan, perang saudara, dan saling curiga antar etnis/bahasa, serta tempat suku. Mereka menghendaki untuk menghancurkan identitas dan integritas negeri kita, dan membalas dendam (atas kekalahan militer mereka) kepada rakyat Afghan. Maka kalian, selaku generasi intelektual, janganlah malah menjadi bagian dari gerakan jahat ini. Tetapi fokuskan kemampuan kalian untuk menyemai benih kebudayaan Islam yang bersih, kemerdekaan, dan persatuan. Kemuliaan seorang Muslim hanya terletak pada Islam dan persatuan Islam. Kalian adalah garda terdepan untuk melindungi pilar-pilar kebudayaan Islam dan identitas Afghan dari upaya pembusukan. Kami dan segenap prajurit Imarah Islam adalah sayap pengawal dan benteng pelindung kalian.

Imarah Islam sangat bangga atas upaya kalian; Jihad kalian dengan lisan dan pena sama mulia dan tinggi martabatnya. Sungguh perlawanan kita ini mendapatkan dorongan luar biasa melalui upaya keilmuan dan kebudayaan kalian.

Kepada segenap Ummah/Masyarakat dan Pemerintahan di Dunia Islam:

Dalam kesempatan Idul Adha, atas nama Imarah Islam, dan sebagai bagian dari keluarga besar Dunia Islam, saya ingin mengingatkan segenap pemerintahan dan masyarakat Dunia Islam, agar kalian jangan mengabaikan/melupakan persoalan Afghanistan yang terjajah dan kondisi rakyatnya yang memilukan ini. Kalian seharusnya mengingat bahwa rakyat Afghan telah menunaikan tanggung jawabnya yang luar biasa demi membela Islam dan dunia Islam. Dalam rentang sejarah yang panjang, mereka tidak berhenti mempersembahkan pengorbanan tiada tara. Bangsa dan negeri ini telah berdiri paling depan sebagai front pertama perlindungan Islam untuk membendung gelombang penyerbuan Jengis (penguasa Mongol), kolonial Inggris, dan penjajah komunis. Kini, bangsa ini masih terus bergulat dalam medan perjuangan berat, menghadapi perang tidak seimbang, demi membela aqidah Islam mereka. Setiap hari, laki-laki dan perempuan bangsa ini, jatuh menjadi mangsa pemboman membabi buta kaum penjajah; anak-anak menjadi yatim piatu; rakyat terpaksa mengungsi. Rakyat kami menggelepar sekarat menghadapi kesulitan perang dan kemiskinan. Tetapi Demi Allah! Rakyat Afghan tidak akan menyerah, mereka menerima seluruh penderitaan ini, memanggulnya di punggung mereka, demi tegaknya kedaulatan Al Quran dan berkibarnya panji Iman. Maka jadilah kalian mu’min dan muslim yang jujur. Masyarakat Muslim dunia harus berbagi dan ikut menanggung persoalan ini. Kami meminta kalian untuk menunaikan kewajiban Ukhuwah, serta membantu perjuangan ini dengan harta benda kalian. Negeri-negeri di dunia Islam janganlah merasa dipaksa jika dihadapkan pada isu tentang Afghanistan, Iraq, atau Palestina, sehingga mereka enggan untuk berperan aktif memperjuangkan nasib saudaranya sebagai bagian dari kerangka kebijakan luar negeri pemerintah mereka. Hendaknya kalian menjadikan penderitaan dan kesulitan yang melanda saudara kalian sebagai bagian dari penderitaan dan persoalan kalian, kemudian kalian memainkan peran yang positif untuk secara aktif mencari solusi dari persoalan kita.

Kepada rakyat Amerika dan Eropa, dan khususnya Anggota Parlemen:

Afghanistan adalah negara Islam yang merdeka. Negeri ini memiliki sejarah yang gemilang, dan rakyatnya yang terkenal ramah serta cinta damai. Bangsa ini belum/tidak pernah mengancam kemerdekaan negeri-negeri lain, bahkan sepanjang sejarahnya tidak pernah menjajah atau merampas kemerdekaan bangsa lain. Tetapi sekarang, ketika seluruh armada militer negara kalian menyerbu negeri kami hanya demi ambisi kolonialistik yang rakus, maka menjadi kewajiban agama kami, dan tentu juga naluri dasar kemanusiaan kami, untuk bangkit melawan kalian. Pikirkanlah, jika negeri kalian diserang oleh bangsa lain, bukankah kalian juga akan mengambil tindakan yang sama? Apakah kalian pikir, lebih baik rakyat kami membiarkan saja invasi yang menyerbu, membungkukkan badan dan meletakkan punggung untuk diinjak agresi penjajah? Ataukah lebih baik kami tidak usah bereaksi sedikitpun menghadapi agresi tak berperikemanusiaan terhadap nilai-nilai agama, harga diri bangsa, dan hak kemerdekaan kami?

Jika masih ada sekeping nurani keadilan dalam dada kalian, maka kalian seharusnya membiarkan kami untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak kami, bahkan seharusnya kalian ikut mendukung perlawanan ini lebih besar lagi.

Dalam keadaan yang serba terbatas, keteguhan dan kesabaran demi memperjuangkan hak, rakyat Afghan telah memperlihatkan kepada para jenderal militer dan pemimpin politik kalian dalam masa sembilan tahun terakhir ini, bahwa kalian, para penjajah, tidak mampu memaksa bangsa ini untuk menerima penjajahan kalian. Balatentara yang kalian kirimkan tidak akan mampu merubah kenyataan, pun juga mereka tidak akan mampu membalik gelombang, bi idznillah. Kantong-kantong mayat yang dikirim pulang ke negeri kalian semakin banyak dari hari ke hari, tetapi malangnya para pemimpin politik serta petinggi militer kalian tetap saja keras kepala memaksakan politik mereka yang gagal.

Hal yang pertama yang harus kalian lakukan, carilah informasi yang benar sesuai dengan realitas lapangan, dan pelajarilah. Lalu renungkan seluruhnya dengan hati yang terbuka, dan pikiran yang adil. Sampai berapa lama lagi pemerintah dan rakyat dunia akan memberi toleransi kepada kebijakan tirani kalian dan kelakuan buruk kalian yang suka menindas orang? Maka untuk membebaskan kalian serta rakyat Afghan dari belitan perang yang tak adil ini, kalian harus menghentikan perang sesegera mungkin. Semakin panjang perang berlangsung, semakin banyak tentara kalian menderita kekalahan, dan semakin dalam perekonomian kalian terperosok ke dalam kebankrutan. Tidak lebih, inilah yang akan kalian derita.

Ini adalah tanah dari orang-orang Afghan. Sekali-sekali bangsa Afghan tidak akan melepaskannya. Perlawanan akan terus berkobar selama penjajah masih bercokol. Kalian seharusnya membuka kembali sejarah dan mengambil pelajaran berharga dari sana. Lebih masuk akal bagi kalian untuk berhenti mengobarkan api perang dan cepat angkat kaki dari tanah ini. Kehadiran militer asing di tanah kami, hanya akan mengundang perang yang lebih sengit dan perlawanan yang lebih besar. Sebagai konsekuensinya maka kalian akan menghadapi kekalahan besar dan kebankrutan kolosal ekonomi.

Kepada Negeri-negeri Tetangga di kawasan yang berbatasan dengan Afghanistan:

Sebagai negara merdeka, Afghanistan telah didesak untuk melayani perang penuh darah demi mempertahankan identitasnya. Negara-negara kolonialis yang dipimpin Amerika, dengan segala cara menghendaki agar negara kami yang merdeka dan berdaulat menjadi salah satu basis militer mereka di kawasan ini. Amerika lalu membujuk serta memaksa negara-negara tetangga di kawasan ini untuk bersekutu dengan mereka. Amerika bahkan memaksa organisasi PBB untuk mengeluarkan resolusi yang sesuai dengan kehendaknya. Sehingga secara de facto, PBB telah berubah, bukan lagi representasi dari persatuan bangsa-bangsa, tetapi kepanjangan tangan dari kepentingan Amerika.

Saya mendesak Anda untuk membaca dengan jujur realitas lapangan ini, daripada mendengarkan dengan hati buta propaganda bohong kaum kolonialis. Janganlah kalian mengabaikan kewajiban bersama untuk saling menjaga kemerdekaan negeri-negeri yang tertindas.

Lewat kebijakan munafiknya, Amerika ingin memproyeksikan misi perlawanan kami yang sah demi membela negara kami sebagai ancaman besar terhadap keberlangsungan perdamaian dunia. Sungguh sebuah kampanye yang tidak memiliki dasar dan bukti yang nyata.

Permohonan:

Sebagai penutup, saya meminta pada seluruh Ummat Muslim untuk tidak melupakan segenap keluarga Mujahidin, para tawanan, keluarga syuhada, kaum pengungsi dan pelarian, di hari-hari agung penuh berkah ini, hari Id yang melambangkan pengorbanan dan kedermawanan. Ingatlah sentiasa, ada segenap saudara-saudaramu yang telah mengorbankan segala yang mereka punya demi mempertahankan Din dan negerinya. Jangan acuhkan nasib anak-anak mereka, santunilah para yatim piatu dan keturunan mereka, sebagaimana kalian menyayangi dan menyantuni anak-anak kalian. Dalam kesempatan Id ini, mari kita saling berbagi kegembiraan bersama mereka.

Saya menyampaikan ucapan selamat merayakan Idul Adha. Ya Allah, angkatlah kesedihan dan keterpurukan dari Ummat ini.

Salam sejahtera semoga selalu tercurah untuk kalian semua
Dari Sang Pelayan Islam
Amirul Mu’minin
Mullah Muhammad Umar Mujahid

9 Dzulhijjah 1431
15 November 2010

. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Sebelum berkomentar pastikan anda telah membaca keseluruhan postingan. Pastikan komentar anda berhubungan dengan apa yang sedang dibahas. Gunakanlah kata-kata yang baik dan sopan.